Edisi 27 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasMenabung

Pengeluaran makan selama Ramadan tidak otomatis turun: ia hanya berpindah tempat

Dua kali makan seharusnya lebih murah dari tiga kali. Kenyataannya di banyak rumah justru sebaliknya, dan alasannya bukan soal lapar.

Pengeluaran makan selama Ramadan tidak otomatis turun: ia hanya berpindah tempat
Foto: A / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dua minggu Ramadan sudah berjalan, dan ini saat yang baik untuk memeriksa satu anggapan yang hampir semua orang punya di awal bulan: karena makan hanya dua kali, pengeluaran makan pasti berkurang. Bagi yang mencatat pengeluaran, angkanya sering bercerita lain.

Yang terjadi bukan pengurangan, melainkan perpindahan. Makan siang di kantor yang biasanya sederhana hilang, tetapi digantikan oleh buka puasa yang lebih istimewa. Takjil yang dibeli di jalan pulang, undangan buka bersama yang datang hampir setiap minggu, dan belanja bahan untuk sahur yang cenderung berlebih karena dibeli saat lapar sore hari. Masing-masing wajar. Jumlahnya, kalau dicatat, sering melampaui bulan biasa.

Baca juga: Dua dompet menjadi satu rumah tangga: percakapan uang yang sebaiknya terjadi sebelum tagihan pertama

Mengapa ini terjadi dan apa yang bisa dilakukan

Ada dua kekuatan yang bekerja. Yang pertama adalah suasana: Ramadan adalah bulan kebersamaan, dan makan bersama adalah bagian dari ibadah sosialnya. Mengurangi ini tidak perlu dan tidak kami anjurkan. Yang kedua adalah waktu belanja: keputusan tentang makanan dibuat ketika kita paling lapar, dan rasa lapar adalah penasihat keuangan yang buruk.

Yang bisa dikendalikan adalah yang kedua. Belanja bahan sahur dan buka sebaiknya dilakukan sesudah berbuka atau pagi hari, bukan sore. Daftar belanja ditulis sebelum berangkat. Undangan buka bersama dipilih, bukan diterima semua; kehadiran yang lebih sedikit tetapi lebih hangat tidak mengurangi silaturahminya.

Dan bagi yang sudah mencatat pengeluaran sejak awal bulan, bandingkan dua minggu ini dengan dua minggu di bulan Februari. Angkanya mungkin menjelaskan mengapa THR yang akan datang terasa sudah ada pemiliknya sebelum cair. Pengetahuan itu lebih berguna sekarang daripada seminggu setelah Lebaran.

OK
Okta KurniawanOkta menulis di Dompet Cerdas dari 2022 sampai 2025 dan menjadi salah satu penulis terbanyak di situs ini, terutama tentang pajak penghasilan dan slip gaji. Ia terbiasa menghitung ulang setiap contoh perhitungan dengan kalkulator meja sebelum mengirimkan naskah.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.