Edisi 27 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasUtang

Dua cara melunasi beberapa utang sekaligus, dan kapan masing-masing masuk akal

Metode bola salju mengutamakan motivasi, metode longsoran mengutamakan matematika. Keduanya berhasil jika dijalankan sampai selesai.

Dua cara melunasi beberapa utang sekaligus, dan kapan masing-masing masuk akal
Foto: M / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Memiliki satu utang sudah cukup membebani. Memiliki beberapa sekaligus, dengan jatuh tempo, bunga, dan jumlah yang berbeda-beda, sering membuat orang kewalahan hingga akhirnya hanya membayar seadanya di semua pos tanpa ada yang benar-benar lunas. Dalam keuangan pribadi ada dua pendekatan yang paling banyak dibahas untuk keluar dari kondisi ini, dan keduanya dimulai dari langkah yang sama: menuliskan semuanya.

Daftar itu perlu memuat setiap utang beserta sisa pokok, tingkat bunga atau biaya, cicilan minimum, dan tanggal jatuh tempo. Bagi banyak orang, menuliskan daftar ini adalah bagian yang paling tidak menyenangkan sekaligus yang paling mengubah keadaan, karena untuk pertama kalinya totalnya terlihat jelas.

Baca juga: Utang produktif dan utang konsumtif: garis pemisah yang tidak selalu jelas

Bola salju: dari yang terkecil

Metode bola salju menyarankan membayar minimum untuk semua utang, lalu mengarahkan seluruh dana tambahan yang ada ke utang dengan sisa pokok paling kecil, apa pun bunganya. Begitu utang terkecil lunas, cicilan yang tadinya dipakai untuk utang itu dipindahkan ke utang terkecil berikutnya. Jumlah yang diarahkan ke satu utang terus membesar seperti bola salju yang menggelinding.

Kekuatan metode ini bersifat psikologis. Melunasi satu utang, meski kecil, memberi rasa kemajuan yang nyata dan mengurangi jumlah tagihan yang harus dipantau. Bagi orang yang mudah putus asa atau sudah lama merasa tidak ada kemajuan, kemenangan kecil yang cepat sering lebih menentukan daripada penghematan bunga.

Longsoran: dari bunga tertinggi

Metode longsoran menggunakan logika sebaliknya: dana tambahan diarahkan ke utang dengan bunga paling tinggi lebih dulu, karena utang itulah yang paling cepat membengkak. Secara matematis, pendekatan ini menghasilkan total bunga yang lebih kecil dan waktu pelunasan yang lebih singkat dibandingkan bola salju.

Kelemahannya, utang berbunga tertinggi sering kali juga yang jumlahnya besar, sehingga kemajuan pertama bisa terasa lambat. Orang yang disiplin dan termotivasi oleh angka biasanya cocok dengan metode ini. Orang yang butuh bukti kemajuan untuk tetap bertahan mungkin lebih baik dengan bola salju.

Yang lebih penting dari metodenya

Perbedaan hasil antara kedua metode sering kali lebih kecil daripada yang dibayangkan, terutama jika selisih bunga antar utang tidak terlalu jauh. Yang jauh lebih menentukan adalah dua hal lain: tidak menambah utang baru selama proses berjalan, dan konsisten mengarahkan dana tambahan ke satu sasaran alih-alih menyebarnya tipis ke semua pos.

Ada pula pengecualian yang perlu diperhatikan. Utang dengan denda keterlambatan yang agresif atau yang berkaitan dengan aset penting, seperti cicilan rumah, mungkin perlu diprioritaskan di luar kedua aturan tersebut. Utang kepada keluarga atau teman membawa pertimbangan hubungan yang tidak bisa dihitung dengan bunga.

Apa pun metodenya, rencana pelunasan yang ditulis dan dijalankan jauh lebih baik daripada rencana sempurna yang hanya dipikirkan. Utang berkurang bukan karena strategi yang paling cerdas, melainkan karena pembayaran yang terus dilakukan bulan demi bulan.

RA
Rania AdiputraRania menulis untuk Dompet Cerdas sejak 2023 dan menjadi penulis tetap rubrik anggaran rumah tangga. Setiap artikelnya berangkat dari catatan belanja yang benar-benar ia kumpulkan, lengkap dengan struk yang ia simpan dalam map per bulan.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.