Edisi 27 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasMenabung

Uang saku sebagai ruang kelas: mengajarkan anak soal uang sebelum ia punya rekening sendiri

Sekolah mengajarkan cara menghitung uang, bukan cara memutuskan tentangnya. Pelajaran kedua ini hanya bisa diberikan di rumah, dan uang saku adalah alat peraganya.

Tahun ajaran baru sudah berjalan beberapa minggu, dan di banyak rumah ada percakapan tentang uang saku: berapa, kapan diberikan, dan untuk apa saja. Percakapan ini biasanya berakhir pada jumlah. Padahal yang paling menentukan bukan jumlahnya, melainkan aturan di sekitarnya, karena aturan itulah yang akan dibawa anak sampai ia punya gaji sendiri.

Kami tidak akan menyarankan angka. Yang ingin kami bagikan adalah beberapa prinsip yang kami pelajari dari pengalaman sendiri dan dari pembaca.

Baca juga: Liburan sekolah: perjalanan yang dibayar sebelum berangkat, bukan sesudah pulang

Berikan dalam jangka waktu, bukan per hari

Uang saku harian mengajarkan satu hal: uang datang setiap pagi dan habis setiap sore. Uang saku mingguan, atau bulanan untuk anak yang lebih besar, mengajarkan hal yang jauh lebih berharga: uang yang ada hari ini harus cukup sampai hari tertentu, dan kalau habis di hari Rabu, Kamis dan Jumat akan terasa panjang. Pelajaran ini menyakitkan sekali dua kali, lalu menetap seumur hidup. Syaratnya, orang tua harus tega tidak menambah ketika habis lebih cepat.

Jangka waktu yang lebih panjang juga memberi ruang untuk konsep menunda. Anak yang ingin sesuatu yang harganya dua minggu uang saku akan belajar menyimpan separuhnya, dan merasakan sendiri bahwa menunggu itu mungkin.

Pisahkan uang saku dari penghargaan dan hukuman

Godaan terbesar orang tua adalah menjadikan uang saku alat tawar: dipotong kalau nilai jelek, ditambah kalau membantu di rumah. Ini mengajarkan bahwa uang adalah hadiah atas perilaku, bukan sumber daya yang harus dikelola. Pekerjaan rumah tangga dasar sebaiknya tetap menjadi bagian dari hidup bersama, bukan jasa berbayar. Kalau ingin anak belajar bahwa uang bisa diperoleh dengan bekerja, berikan tugas tambahan yang jelas di luar kewajiban biasa, dengan upah yang disepakati sebelumnya.

Dan biarkan anak membuat kesalahan dengan uang kecil. Mainan yang rusak dalam dua hari, jajanan yang ternyata tidak enak, uang yang hilang karena ceroboh. Kesalahan yang murah di usia sepuluh tahun jauh lebih baik daripada kesalahan yang mahal di usia dua puluh lima, dan hanya bisa dipelajari kalau uang itu benar-benar miliknya untuk disalahgunakan.

TH
Teguh HartonoTeguh bergabung pada 2023 dan mengasuh topik asuransi serta dana darurat. Ia pernah bekerja sebagai agen asuransi, dan pengalaman menjelaskan polis kepada nasabah yang bingung itulah yang membuat tulisannya menghindari istilah yang tidak perlu.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.