Pajak final: mengapa bunga tabungan sudah dipotong sebelum sampai ke rekening
Ada pajak yang selesai di tempat dan tidak perlu dihitung ulang. Memahami perbedaannya membuat SPT terasa jauh lebih sederhana.

Kalau pernah memperhatikan rincian bunga tabungan atau deposito di buku rekening, biasanya ada dua baris: bunga, lalu pajak atas bunga itu. Uang yang sampai ke kita adalah selisihnya. Pajak yang dipotong di sini termasuk jenis yang disebut pajak final.
Final artinya selesai. Pajaknya sudah dipotong oleh bank pada saat bunga dibayarkan, disetorkan ke negara, dan tidak perlu dihitung ulang di SPT tahunan. Penghasilan bunga tersebut tetap dilaporkan sebagai informasi, tetapi tidak digabung dengan gaji untuk dihitung pajaknya lagi.
Baca juga: Zakat dan pajak: dua kewajiban yang berbeda, dan satu titik temu di laporan tahunan
Bedanya dengan pajak yang tidak final
Gaji, honor, atau penghasilan usaha umumnya termasuk penghasilan yang tidak final. Potongan yang dilakukan pemberi kerja sepanjang tahun sifatnya baru perkiraan. Di akhir tahun, semuanya digabung, dihitung ulang dengan tarif yang berlaku, dan hasilnya bisa kurang bayar atau lebih bayar.
Itulah sebabnya dua orang dengan penghasilan total yang sama bisa punya pengalaman berbeda saat lapor SPT: yang penghasilannya banyak dari sumber final cenderung lebih sederhana urusannya.
Untuk rumah tangga biasa, yang perlu dilakukan hanya menyimpan bukti potong dari bank atau penerbit instrumen, lalu mencantumkannya di bagian yang sesuai. Tarif dan jenis penghasilan yang masuk kategori final ditetapkan peraturan dan bisa berubah, jadi lembar bukti potong itulah sumber paling akurat untuk tahun yang bersangkutan.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.